Friday, May 28, 2010

aisenodni.




Saya benci hidup di negara ini, negara yang berbudaya terbalik-balik. Setiap hari semakin banyak list budaya Indonesia yang semakin terbalik dari yang seharusnya. Bagaimana negara ini akan dikagumi oleh rakyatnya sendiri apabila selalu menyimpang?

1. Kebebasan.
Kebebasan semacam berargumen dengan orang tua/gurunya, memiliki pemikiran lain mengenai agama, atau berfikir kreatif walau nakal, adalah tabu dan dilarang keras dalam budaya kita. Namun budaya kita membebaskan kita mengusik kebebasan kehidupan orang lain. Bertanya, "agamamu apa?" "Sudah sholat belum? Kok kamu ga sholat?" "Orang tua kerja dimana?" "Ih kok gitu sih! Dosa kamu!" "Oh orang tuanya dosen? Pantes masuk UGM!" Kebebasan yang seharusnya tabu justru menjadi budaya yang lumrah dan kental di Indonesia.

2. Peras Pedagang, Bantu Pengamen.
Negara ini sangat menghormati dan membantu para pemalas dan peminta: pengamen, tukang parkir, dan pengemis (pengemis anak atau yang muda dan sehat). Namun negara ini sangat pelit dan melecehkan mereka yang berusaha keras mencari nafkah: menawar sadis ongkos becak dan dagangan di pasar, galak terhadap sopir, menghina pembantu, dsb. Ada apa dengan otak negara ini? Kenapa yang berusaha justru kita peras dan hina, namun para pemalas justru dibantu dan dikasihi?

3. "Kembali ke masing-masing individu saja."
Quote ini saya dapat saat berdebat politik dengan seseorang. Saya rasa quote itu bodoh jika ditujukan untuk topik perdebatan kita. Politik adalah masalah bersama, kembali ke masing-masing individu sama saja memperparah keadaan politik. Jika semua orang berfikir politik untuk masing-masing individu, negara ini akan semakin rusak karena semua orang akan egois dan memikirkan diri sendiri. Namun kebalikkannya, di Indonesia berdebat agama adalah masalah bersama bukan individu. Orang lain boleh menentukan "Mimit dosa karena mencat rambut," bukannya memberikan hak saya untuk kembali ke diri saya sendiri.

Ketiga hal di atas cukup memperkuat kebencian saya terhadap Indonesia. Namun negara ini sedang labil, sedang tidak tau diri, sedang PMS, sedang belajar, sedang butuh rakyatnya untuk saling mengingatkan. Saya akan membenci diri sendiri jika hanya menyalahkan Indonesia saja. Saya ingin membantu Indonsia mulai dari detik ini. Ada yang mau ikut? Sini saya gandeng. :)

7 comments:

Anonymous said...

Sis, just check this UU on page 23 and help yourself before it's too late
http://pusatbahasa.depdiknas.go.id/lamanv4/sites/default/files/UU_2009_24.pdf

Rahadian P. Paramita said...

Oalah.. Gambar ini tho yang dipermasalahken... :D

"Saya akan membenci diri sendiri jika hanya menyalahkan Indonesia saja. Saya ingin membantu Indonsia mulai dari detik ini."

Mari... :D

hanny said...

interesting opinion, mit. mari jangan menjadi bangsa (dan manusia) yang hipokrit. mari tanyakan pada diri apa yang sudah kita lakukan buat Indonesia, are we a part of the problem or part of the solution :) let's work for a better indonesia!!! *amin* :)

Anonymous said...

- 23 -
Bagian Ketiga
Larangan
Pasal 57
Setiap orang dilarang:
a. mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak
Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina,
atau merendahkan kehormatan Lambang Negara;
b. menggunakan Lambang Negara yang rusak dan tidak
sesuai dengan bentuk, warna, dan perbandingan
ukuran;
c. membuat lambang untuk perseorangan, partai politik,
perkumpulan, organisasi dan/atau perusahaan yang
sama atau menyerupai Lambang Negara; dan
d. menggunakan Lambang Negara untuk keperluan selain
yang diatur dalam Undang-Undang ini.

Miss Mimit said...

Katanya nasehat ibu itu #1. Memang benar. Nasehat ibu setelah saya curhat, "hapus saja Garuda terbaliknya. Ganti Peta Indonesia terbalik."

bangten said...

Eeeaaa...ganti gambar? well, ganti gambar 'itu' berarti situ bertindak masuk akal. (walopun tetep gue suka ama ide garuda kebalik) tapi tetep kok isi pesan tulisan teramat menohok!

Icky Ahmad said...

Tulisan ini Dahsyat bangeetttt!!!

"Tulisan yang dapat menyadarkan orang-orang Indonesia yang memang sudah terserang penyakit penyimpangan dan ketidak wajaran sosial secara permanen"

memang lebih baik peta yang di jadikan gambar post karena tidak melibatkan lambang kebesaran negara.

Well, I like this Post!!!