Saturday, August 2, 2008

no jilbab please.



Saya dongkol dengan quote "Berjilbab tapi tetap menarik"

Yang saya tahu, Allah memerintah kita untuk berjilbab agar tidak menarik.
Yang saya tahu, seharusnya wanita yang berjilbab itu memakai jilbab dengan warna-warna yang tidak menarik, seperti hitam, coklat, atau abu-abu.
Yang saya tahu, seharusnya wanita menggunakan jilbab yang longgar sehingga menutupi lekukan tubuhnya.
Yang saya tahu, jilbab itu tidak harus menutupi rambutnya, tapi HARUS menutupi bagian-bagian yang dianggap akan membuat terangsang.
Yang saya tahu, apapun yang dikenakan wanita untuk menutupi auratnya, apabila gerak-geriknya menarik perhatian, tetap saja wanita sia-sia menutupi auratnya.

Fakta yang terjadi adalah:
1. Wanita (khususnya di Indonesia), justru menghiasi jilbabnya dengan berbagai pernik-pernik mengerikan seperti berlian, manik-manik, atau bordiran yang heboh.
2. Jilbab yang seharusnya berwarna gelap dan tidak menarik, justru kadang diganti dengan warna-warna yang mencolok seperti merah, kuning, oranye, dan pink.
3. Semua orang juga pasti pernah jengkel karena banyak wanita berjilbab justru memakai pakaian yang ketat.
4. Sudah susah-susah menutupi rambut indahnya yang minim membuat terangsang malah kadang bagian-bagian tertentu terlihat, seperti leher, kaki, dan lengan tangan yang justru lebih membuat terangsang.
5. Sudah memakai jilbab yang baik dan benar, namun gerak-geriknya keterlaluan centil. Lari sana, lari sini, dipoto bergaya mecucu, teriak sana teriak sini, jalan megol-megol, dan kadang malah memperlihatkan kemesraan yang berlebihan dengan pasangannya di depan umum.

Buat apa menutupi rambut indahmu apabila semua itu sia-sia? Saya pikir, lebih baik saya memakai kaos oblong, celana pendek, sendal jepit, dan bergerak-gerik anggun; daripada memakai jilbab ketat berwarna merah, dengan manik-manik berlian di kepala, dan bergerak centil dimana-mana. Kalo belum siap untuk tidak tampil menarik, itu berarti belum siap memakai jilbab.

Thanks to my boifriend, Ari. Because of him I got this idea to write my thoughts.

17 comments:

tutur tawa said...

Ini tambahannya, biar lebih seru: Ratu Rania, isteri Raja Abdullah Yordania bukan wanita jilbab.

Padahal Yordania adalah satu-satunya negara di dunia yang raja dan kepala pemerintahannya adalah keturunan Nabi Muhammad. Nenek moyang Ibnu Saud bukan siapa2 di jaman Nabi.

Tapi, prestasi Ratu Rania gede bgt. Search aja d Google biar lbih prcaya.

tutur tawa said...

aku dah posting jg bbrp kterangan ttng Ratu Rania di tuturtawa.blogspot.com , khususnya tuturtawa-jejak.blogspot.com.

Judulnya Queen Rania of Jordan.

Raras Cynanthia said...

kebalikannya tidak setuju
maksud saya, setuju.
dalam pandangan saya, jilbab bukanlah tolok ukur seseorang itu baik atau tidak.
sama sekali tidak.
even-zaskia adya mecca si artis alim berjilbab merokok.
meskipun merokok sendiri adalah hal yg tidak bisa dibilang baik maupun buruk.
jadi jangan menilai orang begitu klise hanya karena sebuah atribut yg melekat padanya,
nilailah orang berdasarkan kualitas. K-U-A-L-I-T-A-S.
sama saja, saya menilai dian paramita bernilai tinggi karena dia punya kualitas, bukan karena dia punya dompet zara burung hantu, dan meskipun dia kadang malas mengerjakan pr.

M. Dedi Iskandar said...

tapi mit, memakai jilbab itu merupakan kewajiban setiap muslimah lho. jadi no jilbab bukan berarti better kan? bukan masalah siap atau siap.. tapi again ini kewajiban. Tapi, tapi, tapi saya setuju dengan pendapat kamu yang mengatakan bahwa berjilbab itu supaya tidak menarik.. khususnya mata laki-laki.

madarmawan said...

sist,,

gw cmn ingin melihat dari sisi yang berbeda...

bayangkan anda seorang maba (mahasiswa baru) yg masih culun, imut, bolosan (kebiasaan sma), dan seabrek kebiasaan konyol laenya (konyol tapi asik,huehehe)...

tanpa senior, lo gak bakalan bisa bertahan, karena apa ?? karena mereka yg tau GMN CARANYA JADI MAHASISWA...

pasti lo niatnya jadi mahasiswa yg baek kan ?? cumlaude, aktif organisasi. dan senior2 lo kasih tau gmn kunci2nya..

lo coba kunci2 yg mereka kasih. kalo lu gak sukses, lantas apakah km judge, kunci2 yg mereka kasiin ke elo itu jelek ? busuk ? gak ka ?? itu semua tergantung orangnya...

smua itu berproses sist !!! gak ada yg sempurna !!!

tapi yg jelas, jilbab itu wajib bwt ce, dan yg wajib utk mengingatkan lo adalah ayah ato suami lo !!!

tapi kl lo sadar pengen pake jilbab, why not? decision is in your hand !!!!

Ted_Shinoda said...

Hmm....
Saya setuju dengan pendapat anda bahwa Jilbab Itu Untuk TIDAK Menarik. Menurut saya, kewajiban menutup aurat itulah yang di perintahkan, jilbab hanyalah sarana untuk menutup aurat. Apabila ada berjilbab dengan pakaian yang masih ketat, ada jilbab yang masih kelihatan lehernya dan sebagainya seperti yang anda tulis, saya yakin, niat sang pemakai jilbab bukan untuk tujuan Agamis, tapi Modis, mereka berpikiran "Yang Penting Pake Jilbab!" padahal sesungguhnya, masih banyak yang perlu dilakukan dibalik pemakaian jilbab sebagai penutup aurat. Begitu Miss, komentar saya..... tetep sehat tetep semangat gendut itu sexy, janganpernahselingkuh akutakkanpernahselingkuh meskipun selingkuhituindah.......

Anonymous said...

maaf, tp kritiknya agak2 kurang baik..
kembali ke kewajiban awal wanita islam- menutup aurat..
jadi, mungkin ia masih "tahap belajar" berjilbab
bukankah itu lebih baik daripada tidak sama sekali?
selalu ada saat2 awal.. kalopun orang blg.. itu kan malah memperburuk citra jilbab.
nah, pendapat seperti ini yg sebaiknya diluruskan.. Memakai jilbab bukan jaminan tiba2 jadi makhluk Allah yg sempurna.
Maklumilah mereka yg sedang belajar
Berkacalah, apakah engkau sudah layak untuk mengatakan yg sedemikian itu
*sengaja anonim. biar ga jengkel ama saia. hehehe

.putt. said...

saya rasa banyak di negara kita yang mis interpretasi dalam membedakan Islam dengan budaya arab.
dan sekedar kritik, sepertinya postingan anda ini kontra dengan postingan avril lavigne yah.

sukacoklat said...

hi, ini bukan berarti pembenaran bahwa tidak berjilbab itu lebih baik. Sebesar apapun kesalahan yg diperbuat jangan pernah menanggalkan jilbab,.. coz jilbab itu jati diri wanita muslim.

Aku sendiri mungkin belum mampu menjadi seorang jilbaber yg baik. Jikalau ada sikap yang keliru, bukan jilbabnya yg salah. Tapi pribadinya yg perlu diluruskan.

Sungguh menjadi wanita muslimah tidak "seberat" dan "se-tidak-adil" yg banyak orang bayangkan kok, seperti yg dijelaskan di http://sukacoklat.wordpress.com/2009/02/27/beautiful-muslimah/

Lam kenal bwt mimit, semoga kita akan sama2 belajar utk menjadi pribadi muslimah yang selalu diberi jalan kebenaran :)

Anonymous said...

menurut aku, jilbab, kerudung, dll emang wajib. tapi semuanya adalah simbol2 semata (cb baca teory symbol). jilbab hanyalah pakaian, sama dg buah yg selalu ada kulitnya. gbs km men-judge wanita berjilbab hny dr luarnya aja. bs aja wanita yg km caci maki itu jauh lebih mulia di hadapan Allah daripada km yg "menurut perspective" km sendiri uda bener n sesuai dg syariat. please, jgn memelihara kebencian, jgn menjadi teroris bagi diri sendiri. manusia sllu naik maupun turun. soal iman n tetek bengeknya hanya urusan pribadi dg Rabb-nya.
saya muslimah berjilbab, tp saya bukan pembenci non muslim maupun muslimah yg ga berjilbab apalagi yg berjilbab. proses itu berjalan dari lahir sampe mati. aku memandang semua orang itu berlomba2 menjadi lbh baik sesuai dg kapasitas n kemampuannya. jd ga usah membenci orang lain tp justru sayangilah n hormatilah orang2 disekitarmu krn itu lbh baik dari pada mencela orang n usil ngurusin keimanan orang. semoga semua manusia di muka bumi ini saling menyayangi n menghormati satu sama lain, apapun keyakinan n penampilannya. amin

Anonymous said...

"Allah memerintah kita untuk berjilbab agar tidak menarik." Sumbernya apa? Bisa dikutip secara spesifik gak? :)

Cuma mau tukar pendapat aja nih ya. Kalo menurut gue, mau berjilbab atau nggak, pake baju warna abu-abu atau pink, bermanik-manik atau polos, yg tau niat seseorang melakukan sesuatu ya cuma orang tersebut & Allah. Bukan berarti cewe yg sering pake baju pink pasti lebih centil dibandingkan cewe yg setiap hari pake baju hitam. Coba bayangin aja, misalnya tiba2 hari Selasa lo pengen pake baju pink, bukan berarti hari itu lo lagi cari perhatian kan? Kali aja karena lo emang tiba2 pengen aja, atau lo emang suka bgt warna pink, atau model bajunya kebetulan bagus, atau bahannya adem untuk hari yg panas. Ada banyak alasan selain caper semata.

Analogi lainnya, bukan berarti cewe yg rambutnya sering gonta-ganti warna lebih centil dibanding cewe yg rambutnya ga pernah diapa-apain.

Lagipula, mudah-mudahan Allah menilai kita bukan dari penampilan kok, tapi dari amal ibadah kita. Jadi kalo ada si A gak berjilbab + centil, si B gak berjilbab + anggun, si C berjilbab + centil, dan si D berjilbab + anggun, menurut gue gak ada seorangpun dan gak ada satu teoripun yg mampu menentukan siapa lebih baik dari siapa, kecuali Allah.

Anonymous said...

maaf ya gue mau komen nih tentang bloglo yang ngebahas tentang no jilbab please..
1. Yang saya tahu, Allah memerintah kita untuk berjilbab agar tidak menarik
-stau gue sbagai umat islam,Allah ga pernah nyuruh kaum wanita untuk pake jilbab AGAR TIDAK MENARIK.tidak menariknya itu harus dijelasin,karna Allah mewajibkan kaum wanita untuk menutup auratnya supaya tidak menarik hasrat/nafsu kaum lelaki..jadi menurut gue kalimatlo tuh rancu..

2. Yang saya tahu, seharusnya wanita yang berjilbab itu memakai jilbab dengan warna-warna yang tidak menarik, seperti hitam, coklat, atau abu-abu
-trus emang pernah dikasih tau yah di Alquran kalo kaum wanita yang pake jilbab cuma boleh pake warna2 gelap kaya item,abu2,coklat?kalo boleh,minta referensinya dong..

3.Yang saya tahu, seharusnya wanita menggunakan jilbab yang longgar sehingga menutupi lekukan tubuhnya.
Yang saya tahu, jilbab itu tidak harus menutupi rambutnya, tapi HARUS menutupi bagian-bagian yang dianggap akan membuat terangsang
-terus kalo wanita harus pake jilbab yang longgar sampe nutupin tubuh,stau gue itu bukan wajib yah..itu kebiasaan orang2 arab aja..yang penting kita menutupi aurat..dan stau gue (di Alquran juga ada),menutup aurat itu wajib hukumnya bagi yang udah baligh untuk wanita kcuali muka dan telapak tangan..jadi rambut pun juga harus ditutupi..jilbab memang harus nutupin rambut,namanya juga jilbab..kalo nutupin bagian2 yang merangsang kan ada baju,celana dll

4.Yang saya tahu, apapun yang dikenakan wanita untuk menutupi auratnya, apabila gerak-geriknya menarik perhatian, tetap saja wanita sia-sia menutupi auratnya
-menurut gue kalimatlo yang ini juga rancu.jadi tuh wanita yang nutupin aurat gaboleh gerak dong.karna menurut gue dengan seorang wanita ngomong aja itu udah narik perhatian orang..menurut gue ga ada yang sia2 bagi seorang wanita yang nutupin auratnya..karna itu brarti dia udah ngejalanin salah satu kewajiban dari Allah.

intinya,tulisanlo itu sumbernya ga jelas dan gue juga tau itu emang menurut pandanganlo sendiri..tulisan dan gambarlo itu ga relevan..lo kasi foto dimana foto itu adalah gambar cewe lagi pake baju pengantin..jadi menurut gue ga relevan..sebenernya banyak banget yang mau gue tulis disini..lo coba baca alquran surat An-nisa sama hadist dulu,baru lo bisa tau apa yang lo tulis..kalo semua orang pake jilbab baca tulisanlo,mereka bisa marah loh..jadi,coba untuk berpikir bijak yah :) pada intinya,pake jilbab itu wajibbagi perempuan yang udah baligh,ga ada hubungannya sama menarik atau ga menarik..dan stau gue juga ga ada larangan tentang make up dan warna jilbab.terus kalo untuk tingkah laku,lo gausa judge mereka dulu, karna at least mereka udah lebih sadar daripada wanita lain yang belom menggunakan jilbab..coba lo share sama orang di sekelilinglo yang udah pake jilbab deh..karna ga smua orang yang pake jilbab itu fake seperti yang tersirat di tulisanlo..trims yah,gue tau ini cuma pendapatlo,tapi alangkah baiknya kalo lo coba cari referensi lain dulu baru nulis.. :)

gaweanu said...

hehehe... rame banget yah komentarnya. But, i like ur opinion eni wei. tidak seratus persen salah, meskipun belum seratus persen benar. I like to discuss if u do not mind. here is my blog, http://gaweanu.wordpress.com

dee said...

wah,,, baru liat ada tulisan ini,,, hebat mba dian pendapatmu oke,,, tp saya sebagai salah seorang wanita berjilbab tidak setuju sama pendapat mba,,, saya berjilbab krn perintah ALLAH yang mewajibkannya,,, dan setau saya di alquran maupun hadist tidak ada yang mengatakan bhwa jilbab ituw harus berwarna hitam dan gelap,,,
klo mba blg ituw terinspirasi dari org arab ituw memang kebiasaan mrk memakai jubah dan cadar,,,
klo ngomong2 pendapat mba,,, saya berpendapat lebih baik menutup daripada tidak menutup,,, selanjutnya yang menilai adalah ALLAH swt,,,

Umi faqih said...

nih Umi Faqih mo kasih komentar... seru2 juga semua tanggapan diatas. Saya salut juga atas kritikmu pada fenomena sekarang. Tapi akan bagus lagi kalau kau sedikit membekali dirimu dg setidaknya baca2 referensi ttg jilbab,so pasti jgn lupa sumber utamanya Al Quran & Hadist,jadi tanggapan pada realita sekarang bukan cuma didasari rasa sebal atau emosi semata.
Karena tanpa bekal yang kuat jangan2 kita jalan mundur lho.. Tadinya pingin pake jilbab dg bener,eh tau keadaan diluar yg menurutmu gak standar jadi urung pake, mending gak usah pake ajalah gitu.. Padahal kewajiban yang diturunkan Alloh itu gak main2 dan gak bisa ditawar2 lho sayang..
Kalau kita taat sama DIA dlm berjilbab biarlah Dia juga yang menjaga kita,keteguhan kita..tak usah banyak bercermin pada cermin yang retak & buram,karena umi yakin masih banyak teladan yang patut ditiru buat memperkaya jiwa kita. Doakan aja deh mereka yang belum bener itu cepat2 menemukan kebenaran..kan semua berproses. Umi juga yakin Mit gak hanya berhenti dalam tahap ini kan? Hayo kalau bisa jangan cuma jadi komentator tapi juga jadi pelopor dong.. Tau gak Mit dulu di usiamu Umi juga pernah sebel dg jilbab, pokoknya semau gue,..tapi aku suka baca,suka diskusi, dari situ aku temukan banyak kebenaran dan kedamaian dlm Islam apalagi setelah pake jilbab..aduh damai banget..Insyaaloh jilbabnya juga sesuai syariat loh..and aku dulu juga gak pacaran loh ama suamiku, kami saling jatuh cinta setelah nikah tuh..asyik ya? jadi Mimit sayang..gak usah mutung,apalagi anti banget sama jilbab karena hidup kita kelak akan dimintai tanggung jawab sama Alloh,jadi mau nurut apa enggak pasti ada itungannya tuh kelak. Sory ya panjang bangets.. ke depannya katakan: SAY YES FOR JILBAB SYAR'I

Anonymous said...

sapa bilang pake jilbab agar tidak menarik? justru jilbab itu digunakan agar wanita lebih baik tanpa mengurangi kecantikannya dan keindahannya. kalo elu mau g pake jilbab biar menarik tapi dasarnya muka elu pas2an ya mau gmn coba?

Anonymous said...

poor you, girl.. Pemikiran kamu msh cetek bgt..
Bedakan antara deifinisi kerudung gaul dan jilbab.