Showing posts with label Thoughts.. Show all posts
Showing posts with label Thoughts.. Show all posts

Friday, May 28, 2010

aisenodni.




Saya benci hidup di negara ini, negara yang berbudaya terbalik-balik. Setiap hari semakin banyak list budaya Indonesia yang semakin terbalik dari yang seharusnya. Bagaimana negara ini akan dikagumi oleh rakyatnya sendiri apabila selalu menyimpang?

1. Kebebasan.
Kebebasan semacam berargumen dengan orang tua/gurunya, memiliki pemikiran lain mengenai agama, atau berfikir kreatif walau nakal, adalah tabu dan dilarang keras dalam budaya kita. Namun budaya kita membebaskan kita mengusik kebebasan kehidupan orang lain. Bertanya, "agamamu apa?" "Sudah sholat belum? Kok kamu ga sholat?" "Orang tua kerja dimana?" "Ih kok gitu sih! Dosa kamu!" "Oh orang tuanya dosen? Pantes masuk UGM!" Kebebasan yang seharusnya tabu justru menjadi budaya yang lumrah dan kental di Indonesia.

2. Peras Pedagang, Bantu Pengamen.
Negara ini sangat menghormati dan membantu para pemalas dan peminta: pengamen, tukang parkir, dan pengemis (pengemis anak atau yang muda dan sehat). Namun negara ini sangat pelit dan melecehkan mereka yang berusaha keras mencari nafkah: menawar sadis ongkos becak dan dagangan di pasar, galak terhadap sopir, menghina pembantu, dsb. Ada apa dengan otak negara ini? Kenapa yang berusaha justru kita peras dan hina, namun para pemalas justru dibantu dan dikasihi?

3. "Kembali ke masing-masing individu saja."
Quote ini saya dapat saat berdebat politik dengan seseorang. Saya rasa quote itu bodoh jika ditujukan untuk topik perdebatan kita. Politik adalah masalah bersama, kembali ke masing-masing individu sama saja memperparah keadaan politik. Jika semua orang berfikir politik untuk masing-masing individu, negara ini akan semakin rusak karena semua orang akan egois dan memikirkan diri sendiri. Namun kebalikkannya, di Indonesia berdebat agama adalah masalah bersama bukan individu. Orang lain boleh menentukan "Mimit dosa karena mencat rambut," bukannya memberikan hak saya untuk kembali ke diri saya sendiri.

Ketiga hal di atas cukup memperkuat kebencian saya terhadap Indonesia. Namun negara ini sedang labil, sedang tidak tau diri, sedang PMS, sedang belajar, sedang butuh rakyatnya untuk saling mengingatkan. Saya akan membenci diri sendiri jika hanya menyalahkan Indonesia saja. Saya ingin membantu Indonsia mulai dari detik ini. Ada yang mau ikut? Sini saya gandeng. :)

Monday, May 10, 2010

Cerita Sahabat Almarhum Munir

Three Musketeers: Rachland Nashidik, Munir Said Thalib, Rusdi Marpaung.


Hari ini saya diberi link oleh Oom Rachland Nashidik (@ranabaja) cerita tentang almarhum sahabatnya, Munir. Saya sangat terharu dan sedih hingga akhirnya menangis saat membaca cerita ini :(

Cerita ini semoga membuat kita tidak lupa bahwa kita pernah memiliki tokoh HAM besar yang hebat dan langka, yang dibunuh namun kasusnya tak pernah terungkap. Dengan ini saya ingin membagikan spirit agar kita semua menolak lupa dan memiliki jiwa seperti almarhum aktivis HAM kita tersebut.

Berikut ceritanya...

PANGGILAN telepon itu dari Todung Mulya Lubis, Ketua Badan Pendiri Imparsial. Siang itu, Selasa (7/9), saya ada di Manado, dan telah duduk bersama pembicara lain dalam diskusi publik mengenai RUU TNI. Namun, setelah telepon genggam saya kembali bergetar untuk ketiga kalinya, dengan berbisik saya menerimanya.

Di ujung, suara Bang Mulya serak dan setengah berteriak: "Munir meninggal! Munir kita!" Selanjutnya hanya ada saya dan berita duka yang mencabik-cabik itu. Saya keluar dari ruangan dan duduk menyendiri. Tak mau ditemui orang.

Saya mengenal Munir sejak tahun 1994 dan menjadi amat akrab dalam empat tahun terakhir ini. Praktis tiap hari saya bertemu, bekerja, berdebat, atau sekadar ngobrol dan bercanda dengannya sambil minum kopi di halaman belakang kantor kami. Sebenarnya, ia bukan peminum kopi. Ia juga sudah lama berhenti merokok. Namun, manakala sedang merasa amat penat, ia memesan kopi tanpa gula dan sesekali merokok. Saya katakan padanya, satu-satunya kesamaan dia dengan sahabat saya lainnya, Hendardi, adalah mereka sama-sama suka kopi tanpa gula.

Munir adalah tokoh besar dengan reputasi internasional yang amat bersahaja. Kurang dari setahun ini, ia baru memiliki mobil: Toyota Mark II tahun 80-an warna putih, yang ia beli secara mencicil. Sebenarnya, saya dan Ucok Marpaung berusaha agar kantor bisa membeli "mobil dinas" untuknya. Namun, ia berkeras membeli mobil sendiri.

Ia bangga dengan mobil itu, tepatnya pada perangkat CD dan sound system di dalamnya yang ia beli di Bekasi. Tiap kali saya ikut dalam mobilnya, hal pertama yang ia lakukan adalah meraih remote control dan menyetel musik, sering kali keras-keras: U2, Scorpion, Leon Hainess Band, The Bread, Genesis, Metallica, Incognito dan juga Bethoven. "Mobilku tua tetapi di dalamnya aku bisa tidur sambil mendengar musik," katanya. Bagi saya, itu adalah caranya untuk mensyukuri apa yang ia punya.

Sebelumnya, dari rumah kontrakannya di Bekasi ke kantor kami di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, tiap hari Munir naik sepeda motor bebek. Tiap kali tiba di kantor, ia kelihatan amat lelah, meski tak pernah kelihatan tak bersemangat.

Motor berpelat "N" itu adalah miliknya yang kedua. Motor pertama sempat hilang, namun ketika malingnya tahu motor itu milik Munir, motor itu dikembalikan. Beberapa bulan kemudian motor yang sama dicuri lagi dan tak pernah kembali. "Pasti maling yang ini lebih miskin dari yang sebelumnya," komentarnya sambil tertawa. Realistis tanpa kehilangan rasa jenaka. Itulah caranya menerima realitas.

Munir dikenal amat jujur. Bahkan, karena kejujurannya, ia sering amat keras pada diri sendiri. Sebagai penerima Right Livelihood Award, ia berhak atas hadiah ratusan juta rupiah. Apa yang dilakukan? "Aku dikenal orang karena penderitaan korban pelanggaran hak asasi manusia," katanya. "Jadi, aku serahkan uang itu pada KontraS agar bisa terus membela para korban. Aku minta sedikit saja. Biar aku bisa punya rumah sendiri di Malang."

Suatu hari di tahun 2003 ia harus dirawat karena ginjalnya membengkak. Awalnya ia tidak bersedia dirawat di rumah sakit, namun akhirnya mengalah dan memilih masuk kamar kelas 2. "Yang penting perawatan dan dokternya," katanya. Saya berkeras memindahkannya ke VIP agar dia bisa beristirahat sendiri di kamar. Dia menolak dan hanya setuju setelah saya ingatkan, tamu-tamu yang menjenguknya terlalu banyak dan mengganggu pasien lain. Saya katakan juga, sebagai orang sakit, tugasnya hanya segera sembuh. "Urusan lain adalah tugas orang yang sembuh."

Namun, dalam keharusannya untuk beristirahat pun, ia masih bekerja. Suatu malam Bang Mulya menghubungi saya dan menggerutu. "Munir itu membawa laptop ke rumah sakit. Bagaimana dia mau istirahat?" Saya datang malam itu juga dan mengambil laptop yang sedang ia gunakan. Ia diam saja. Namun, belakangan saya dengar dari Suci, istrinya, komentarnya tentang saya, "Aku sekarang punya istri kedua...".

SEKARANG Munir telah mendahului kita, namun ia sebenarnya tak pernah benar-benar pergi. Dari kesederhanaannya ia telah mewariskan sesuatu yang amat berharga.

He is a truly committed human rights defender. Namun, meski tidak sempat ia selesaikan, Munir juga seorang human rights thinker. Ia bergerak melengkapi dirinya dari seorang aktivis menjadi seorang pemikir. Ia tidak berhenti membaca buku, menulis, dan berdebat. Namun, ketajaman dan orisinalitas gagasannya yang sering mengejutkan, justru ia dapatkan dari pergelutannya yang menantang risiko dengan kasus-kasus pelanggaran hak-hak asasi manusia.

Munir memberi kita, kepada Indonesia, sebuah standar pencapaian dalam bekerja mempromosikan dan melindungi hak-hak asasi manusia. Mulai sekarang, setiap kali orang membayangkan sosok ideal seorang human rights defender di Indonesia, orang akan selalu merujuk dan membandingkannya dengan Munir. Mulai sekarang, kita semua, tiap orang Indonesia, tak akan meminta kurang dari apa yang telah diberikan Munir.

Sering orang mulai menghargai sesuatu manakala ia telah kehilangan. Itu benar tentang relasi saya dengan Munir. Bagi saya, selama ini ia adalah seorang rekan kerja, sekutu dalam keyakinan, direktur eksekutif Imparsial, my boss. Selama ini, saya memandang dan memperlakukan relasi kami secara rasional, bahkan dalam momen-momen yang seharusnya amat personal. Baru sekarang saya sadar, sebenarnya relasi kami lebih dari itu.

Malam ketika ia berangkat ke Belanda, sesaat sebelum menaiki pesawat, ia mengirim pesan pendek ke telepon genggam saya. Sebuah pesan yang ia kirimkan juga pada Ucok. "Lan, Cok, aku berangkat. Titip kantor, anak, dan istriku."

Seminggu sebelumnya, ia juga mengirim pesan pendek dari tempat kursus bahasa Inggris. "Lan, kau di mana? Aku udah kangen nih." Saya tunjukkan pesan pendek itu pada kawan-kawan sambil tertawa, lalu membalasnya, "Sudah kubilang, aku menolak jadi istri kedua."

Munir adalah sahabat saya. My damn good friend! Saya merasa terhormat, bukan saja karena telah mendapat kesempatan untuk bekerja dengan seorang tokoh muda bereputasi internasional kelahiran Indonesia, a world class human rights defender, namun terutama karena bisa bersahabat dengan seorang pribadi yang santun, jujur, dan amat bersahaja.

Cak, terima kasih!

(KOMPAS, 11 September 2004)

Terima kasih banyak Oom Rachland yang telah membagikan cerita menarik dan inspiring ini.

Tuesday, January 26, 2010

Rapat Pansus Bank Century Mengundang Kebohongan: Dibyo Prabowo Bunuh Diri

Alm. Prof. Dr. Dibyo Prabowo, M.Sc.


Berita sore ini mengejutkan saya. Dalam rapat Pansus Bank Century, Koordinator Perwakilan Nasabah Bank Century, Z. Siput L. menyatakan Prof. Dr. Dibyo Prabowo, M.Sc. adalah satu dari empat korban bunuh diri atas kejadian skandal Bank Century, karena beliau kehilangan Rp. 16 Milyar akibat skandal tersebut.

Beliau adalah profesor senior yang sudah matang, mengingat usia beliau 69 tahun. Beliau juga telah menghadapi berbagai macam resiko, mengingat beliau adalah seorang ekonom senior. Apakah mungkin beliau bunuh diri hanya karena kasus Bank Century?

Let's flash back.

Salah satu guru besar terbaik Universitas Gadjah Mada sekaligus Rektor Universitas Atmajaya Yogyakarta, Prof. Dr. Dibyo Prabowo, M.Sc. meninggal dunia, pada hari Rabu, 19 Agustus 2009 pukul 15.45 WIB di RS Panti Rapih Yogyakarta. Almarhum wafat dalam usia 69 tahun yang disebabkan oleh serangan jantung. Beliau sudah sempat dirawat selama 10 hari di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta karena sesak napas.
- Dari berbagai sumber

Beliau sudah meninggal sejak pertengahan Agustus tahun lalu, namun baru hari ini saya dan teman-teman saya sesama mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM mendengar gosip miring tersebut yang muncul dari ruang sidang rapat Pansus Bank Century. Padahal saya adalah mantan mahasiswa beliau yang sangat menyukai guyonan beliau di kelas, rumah tinggal sayapun berada di dekat rumah almarhum, dan yang paling tidak masuk akal, lingkungan saya adalah lingkungan UGM, tetapi kenapa baru sekarang saya mendengar berita beliau bunuh diri? Yang saya dan teman-teman tahu dan percaya adalah beliau meninggal karena sudah lama sakit.

Adanya berita ini, ada tiga hal yang sangat mengecewakan saya. Pertama, Bapak Dibyo tidak pantas diberitakan seburuk itu dengan seenaknya. Kalaupun beliau memang dicurigai bunuh diri, hal ini masih belum pasti, sehingga tidak sepatutnya Z. Siput L. menceritakan berita itu kepada publik, seakan-akan berita itu sudah pasti. Apalagi menceritakannya pada rapat negara yang penting dan terbuka untuk publik. Namun jika ternyata Siput tidak mengatakan begitu, maka apakah media informasilah yang terlalu melebih-lebihkan berita?

Kedua, beliau adalah seorang suami, bapak, kakek, saudara, sahabat, rekan kerja, dan dosen, bagi banyak orang termasuk saya. Berita ini sungguh menyakiti hati kami, para orang terdekat beliau. Meninggalnya seseorang yang kami sayangi menjadi berita yang menjijikan: beliau bunuh diri. Apakah itu pantas mengingat berita itu belum valid?

Ketiga, berita bunuh diri ini fitnah atau salah informasi, keduanya keterlaluan. Entah darimana Z. Siput L. mendapatkan informasi ini. Entah kenapa pula Koordinator Perwakilan Nasabah Bank Century itu dengan yakin menceritakan berita ini dalam rapat penting yang ditonton publik dengan bebas itu. Yang jelas, lagi-lagi Anggota Pansus Bank Century telah mendatangkan saksi yang sumber informasinya ngawur. Jika anggota Pansus Bank Century sering mendapat lalu memakai informasi yang salah, bagaimana kita harus mempercayai hasilnya?

Semoga tulisan ini membuat Bapak Dibyo Prabowo lega di atas sana.

Sunday, April 26, 2009

boys and girls big questions.



Big question from most guy in my country: why ugly guy get pretty girl? They discuss about this seriously. They even publish their thoughts on Kaskus. Oh mannnn, do this thing really bother you all? Uglier guy than you get pretty girl and you're not?

Okay, let me answer this big question from you guys: don't be over confidence but be confidence.

1st. You guys are over confidence by saying that other guy are ugly and you deserve the pretty girl better. Please! Did you forget that we need your brain and your sense of humor more than how you look?

2nd. Beside over confidence, you guys aren't confidence enough. If you are confidence with your self, right now you got a lot of girls are waiting for your attention. Being a man with confidence is such a magnet for pretty girls. Need some example? I'll give you. Confidence means never worry to look stupid. Confidence means you say what you want to say. Confidence means never judge others. Confidence means you can solve your problem by your self. Confidence means no one knows what make you sad. Confidence means you are comfortable with what you are wearing. Confidence means never need to think twice to help others. Confidence means enjoy being your self.

Did that already? Good.

Now it's my turn to ask you my big big question: why stupid girl get smart guy?
Answer it, anyone?

Monday, January 12, 2009

what i admire most.



I can take about 10 minutes just to stare and being amazed by beautiful girls, beautiful edited-photography, beautiful painting, beautiful picture of bathrooms, beautiful flowers, etc.

I just love art. I'm crazy about it.

PS: I'm not a lesbian. Because for me, girl's beauty is an art, but boy's beauty is a lust :D

Monday, December 29, 2008

i hate avril lavigne. sorry for the fans.



I really want to wrote these since I was 13. I hate Avril Lavigne with a reason. I ever read this interview from an Indonesian magazine. But then I got the original one from Chart Attack. Here what she said about Britney Spears:

"I mean, the way she dresses — would you walk around the street in a fuckin' bra?" she asks rhetorically. "I'm not trying to dis anyone, but with me, the clothes I wear onstage are the clothes I would wear to school or go shopping. I'm not gonna go up onstage and dress different. Britney Spears goes up onstage and dresses like a showgirl. She's not being herself up there because she's dancing like a ho. Is she ho? She says she's a virgin. Y'know, it's just not clicking. She's doing one thing and saying another thing, y'know? It's definitely not what I'm going to do."

1st. People shouldn't be that care of what other people wear. What we should care is what we said about others. So what if Britney wear bra in supermarket? Did that makes you hurt or die? Did she makes you lost your eye or something? NO. So why should Avril bother with it? It's not her business. She should shut her mouth up.

2nd.If Britney really annoying with what she wear, well Avril is more than that. She hurt other people feelings! What if Britney read her interview? It can break her heart. Maybe Britney really is a ho. But once again: SO WHAT? Avril don't have the right to said that tho. It's not Avril business if Britney is a ho or not.

3rd. And look at this picture. If she said Britney is a ho by showing bra on public places and dresses like a showgirl, well she's another Britney Spears then.






Go to hell Avril. What you hate from other people is what you really are right now.

I love your song. I love your voice. I love your style. I love what you wear. But I hate what you said and how you behave. Too bad, Slut.

Thursday, December 4, 2008

hide drug!



Jika ada pecandu atau pengedar narkoba yang takut ditangkap, santai saja, pemerintah menyuruh kita untuk menyembunyikannya saja kok.

Foto didapat dari teman saya ini.

Thursday, October 30, 2008

don't pity.

Don't pity on me because of my hair.


The hard thing that anyone ever had in this world is facing reality that doesn't work as we want to. Being stupid surrounded by the smart people, being ugly surrounded by the beauty, being a loser, being disabled, being the victim of a broken home, or maybe having a big problem that no one else ever had before. It is hard but we can solve it. We are human beings. We have the power to do that.

But the hardest thing that anyone can have in this world is when the people around us giving the "pity face" and telling us that they are sorry about our problem.

Well people, there's no any other problem in this world that human couldn't face, except facing the people who are pity to us.

People with problems can face it, can solve it, and they doesn't need you to be sorry. Just treat them like any other people.

It's just a problem anyway, you don't need to pity them.

Monday, October 27, 2008

are you smart in one of my definition?

Reading the audience.


Smart is something that you can define in many definition. This is because smart is measured by many activities in human life. Here I want to tell you what is smart in public speaking.

Imagine all the people in the world are in one place. Let's separate the (sorry) stupid people, because here we're talking about the smart one. So now we got the smart poeple in public speaking left. Here are 3 types of smart people in my definition:

1st. People who got smart thoughts, but cannot deliver it well. They got brilliant ideas but it is only hanging around inside their head and cannot change the world. This is maybe because they are too shy or got no talent in conversation.

2nd. People who got smart thoughts, can deliver it well in a charming way, but they cannot read the situation infront of them. We can find these people in college. Their thoughts are amazing and how they deliver their thoughts are fantastic. They use good language in a good sentense. The thing is, they cannot read how interest the audiances are about their thoughts. The audiances are not always interested in our thoughts. Maybe they are tired, or got many things to do, or maybe they only need something to get their spirit back. But these smart people in my 2nd definition doesn't understand about it. They got brilliant ideas, good in delivering it, but doesn't realize that the audiances cannot give attention to them. Sometimes these people are too enjoy with them self in delivering their thought. They spend too much time doing "bla bla" without knowing how's the audiances. It means nothing. These smart people are just the same talking to a kitten.

3rd. This is the last one: people who got smart thoughts, can deliver it well in a charming way, AND they can read the situation infront of them. They can read how interested the audiance are, figure what are the important things they should deliver without wasting any time, and understand how to make the audiance listen to thier thoughts. Maybe they got 5 arguments which they might deliver, but because they know that the audiances are not interested, they only use their 2 important arguments so the audiances can get what is the point without wasting of time.

Unfortunately, only a few of smart people in this definiton.

Sunday, September 21, 2008

nice people can kill.

Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.


You know what? Being nice is nothing. Being smart is everything.

If you're nice and willing to help anyone, but you're stupid, you'll kill them.
Giving zakat to hundreds of people without any security is a good idea to kill 21 of them.

I understand why God loves smart people than any other kind of people in this life.

Tuesday, September 16, 2008

adat berpuasa di negara egois.



Kenapa ya banyak orang di negara ini (Indonesia), yang ingin dihargai kalau sedang berpuasa? Padahal menurut saya berpuasa itu urusan mereka dengan diri mereka sendiri dan Allah SWT. Namun kenapa tidak sedikit orang di negara ini yang merasa harus lebih dimenangkan hanya karena mereka sedang berpuasa dan parahnya justru merugikan orang lain.

Seperti contohnya restoran atau warung makan. Pada saat Bulan Ramadhan tiba, banyak restoran atau warung makan yang tadinya buka dari pagi hingga malam menjadi buka hanya saat malam saja. Kenapa begitu? Bahkan saya pernah menonton berita di Buser SCTV tahun lalu, para polisi di Tasikmalaya menggerebek warung-warung kecil di pinggir jalan yang masih tetap buka pada saat siang di Bulan Ramadhan. Kenapa harus digerebek? Apa salah mereka? Apakah negara ini negara Islam yang 100% penduduknya adalah muslim? Apakah di negara ini 100% penduduknya semua sejahtera sehingga mereka semua wajib berpuasa? Apakah di negara ini 100% penduduknya orang yang sehat sehingga mereka mampu berpuasa?

Saya mencoba menjawabnya.
Negara Indonesia bukan negara Islam, melainkan negara Pancasila. Terbukti dalam UUD, negara kita meyakini 5 agama lain selain Islam.
Di negara ini, tidak 100% penduduknya sejahtera dan sehat. Sebagian dari mereka tidak wajib berpuasa. Setahu saya, orang yang wajib berpuasa adalah orang yang mampu secara ekonomi maupun jasmani. Sehingga tidak ada salahnya apabila pada saat Bulan Ramadhan, ada seorang pendeta ngemil di sore hari; seorang kuli bangunan minum di pinggir jalan; dan seorang nenek makan di restoran pada siang hari. Yang menjadi semua itu salah apabila ada seorang muslim yang mampu dan sehat melarang kegiatan yang menjadi hak orang lain. Itu salah besar. Allah mengajarkan kita berpuasa untuk menahan napsu, bukan untuk memberikan kita hak melarang orang lain makan di depan orang berpuasa. Lagipula, seharusnya kita menahan rasa ingin makan atau minum dari diri sendiri, bukan meminta orang lain untuk menghormati kita yang sedang berpuasa. Apabila sudah niat berpuasa, seharusnya tidak mengharapkan orang lain untuk tidak makan atau minum di depan kita.

Tidak hanya itu. Pada saat Bulan Ramadhan, banyak kegiatan yang dikurangi. Misalnya sekolah, kuliah, bekerja, dsb. Astaga! Ini bukan Bulan Malas! Ini Bulan Ramadhan! Tidak seharusnya di bulan yang baik ini justru kita bermalas-malasan hanya karena sedang berpuasa. Seharusnya bulan ini dijalankan senormal mungkin seperti bulan-bulan yang lain. Yang membedakan hanyalah: kita berpuasa. Tapi tetap saja, kita terlalu manja dan minta dihargai pada saat menjalankan ibadah, yang sebenarnya urusan kita sendiri dengan Allah SWT.

Yah... Inilah negara bodoh, egois, dan malas. Enjoy the tiresome, people!

Sunday, August 17, 2008

bangsa indonesia.



Kalo aku jadi Burung Garuda pasti aku malu: gagah tapi pemalas.

Kalo aku jadi Merah-Putih pasti aku malu: berani dan suci tapi banyak menindas.

Kalo aku jadi Bangsa Indonesia pasti aku malu: menggunakan 2 lambang yang hebat untuk sesuatu yang murah.

Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-63.

Again and again, thanks to my boifriend, Ari. He asked me to write about this. I kinda copied his idea :P

Saturday, August 2, 2008

no jilbab please.



Saya dongkol dengan quote "Berjilbab tapi tetap menarik"

Yang saya tahu, Allah memerintah kita untuk berjilbab agar tidak menarik.
Yang saya tahu, seharusnya wanita yang berjilbab itu memakai jilbab dengan warna-warna yang tidak menarik, seperti hitam, coklat, atau abu-abu.
Yang saya tahu, seharusnya wanita menggunakan jilbab yang longgar sehingga menutupi lekukan tubuhnya.
Yang saya tahu, jilbab itu tidak harus menutupi rambutnya, tapi HARUS menutupi bagian-bagian yang dianggap akan membuat terangsang.
Yang saya tahu, apapun yang dikenakan wanita untuk menutupi auratnya, apabila gerak-geriknya menarik perhatian, tetap saja wanita sia-sia menutupi auratnya.

Fakta yang terjadi adalah:
1. Wanita (khususnya di Indonesia), justru menghiasi jilbabnya dengan berbagai pernik-pernik mengerikan seperti berlian, manik-manik, atau bordiran yang heboh.
2. Jilbab yang seharusnya berwarna gelap dan tidak menarik, justru kadang diganti dengan warna-warna yang mencolok seperti merah, kuning, oranye, dan pink.
3. Semua orang juga pasti pernah jengkel karena banyak wanita berjilbab justru memakai pakaian yang ketat.
4. Sudah susah-susah menutupi rambut indahnya yang minim membuat terangsang malah kadang bagian-bagian tertentu terlihat, seperti leher, kaki, dan lengan tangan yang justru lebih membuat terangsang.
5. Sudah memakai jilbab yang baik dan benar, namun gerak-geriknya keterlaluan centil. Lari sana, lari sini, dipoto bergaya mecucu, teriak sana teriak sini, jalan megol-megol, dan kadang malah memperlihatkan kemesraan yang berlebihan dengan pasangannya di depan umum.

Buat apa menutupi rambut indahmu apabila semua itu sia-sia? Saya pikir, lebih baik saya memakai kaos oblong, celana pendek, sendal jepit, dan bergerak-gerik anggun; daripada memakai jilbab ketat berwarna merah, dengan manik-manik berlian di kepala, dan bergerak centil dimana-mana. Kalo belum siap untuk tidak tampil menarik, itu berarti belum siap memakai jilbab.

Thanks to my boifriend, Ari. Because of him I got this idea to write my thoughts.

Saturday, July 19, 2008

no televison?



Saya menemukan iklan ini di Bulletin Board Friendster saya:

Dalam rangka menyukseskan gerakan HARI TANPA TV 2008 yang diprakarsai oleh Yayasan Pengembangan Media Anak dan didukung oleh berbagai institusi yang bersedia bergabung, maka akan diselenggarakan:

"FUN DAY WITHOUT TV 2008"
Tanggal : 20 Juli 2008
Waktu : Pk 09.00 - selesai WIB
Lokasi : Taman Monas

Bentuk kegiatan : mengundang dan bekerja sama dengan beberapa sekolah dan perguruan tinggi di Jabodetabek untuk mengadakan lomba, bazaar kecil, membuka booth tanya jawab seputar anak dan TV bagi orangtua dan anak-anak.
Mengapa perlu ada Hari Tanpa TV (HTT)? Ada 2 makna: pertama, ingin membiasakan bahwa tanpa TV pun hidup akan tetap nyaman, Jadi, kita mencoba mengurangi ketergantungan kita, terutama anak-anak, pada TV. Kedua, sebagai ungkapan keprihatinan kita terhadap isi tayangan TV yang tidak aman dan tidak sehat untuk anak.


Yang saya herankan, ada apa sih dengan TV? Kenapa merasa harus bisa hidup tanpa TV? Bukannya TV juga banyak manfaatnya? Kalo toh TV menjadi tidak bermanfaat dan lebih banyak merugikannya, itu salah per individu, bukan TV.

Mengenai tayangan TV yang tidak aman dan sehat untuk anak, maka dari itu ada jam malam kan? Kenapa harus ketakutan? Jam malam berarti anak sudah tidur kan? Kalo anak belum tidur, salah orang tuanya sendiri. Kenapa kita yang tidak punya anak harus repot-repot tidak bisa menonton tv? Bukan egois, but take your own business please. Don't share it with us.

Sunday, June 29, 2008

realistic relationship.

Cit cuitttt!


I like someone right now, and so does he. Eventho I just met and know him 3 weeks ago, it feels like I know about him for years. We like to be together every single day from day to night. Yea we're a jerk. But it makes us know each other without sacrificing too much time for it.

Well yes, our days are fun. Too much fun. Movies, beach, working, breakfast, lunch, dinner, laughing, karaoke, double date, triple date, riding andong, holding hands, etc. He's the best guy I ever be with. Seriously.

But there's something I have to remember is, someday these will end just like that. I don't know is it him who like somebody else or me, but feelings will end. Then we meet somebody else, getting along with that somebody else, get bored, then meet somebody else again, etc. Don't think that you are always be together or forever have the same feeling with your lover now. Because it's just 40% possible. The 60% is impossible. However, there's a chance we will meet again and realizing that even we are bored, we still need each other to be with.

All I need to say is, I'm happy to be with him right now, but still I gotta be ready that someday this feelings will end. I know this is weird but I just want to think realistic so that I can manage my heart.

Wednesday, May 28, 2008

annoying comment.

It was their fine neighbourhood.


I'm sad. I felt disappointed, unfair, and angry. Totally angry.

Did you know that the Lapindo victims haven't get their rights of their property and their life after these 2 years accident? Yes until NOW, they live like animals: no house, no enough facilities, no dream. So do you think it is annoying if the victims are angry asking for their life back? ABSOLUTELY NOT. So why this guy name Yogie wrote a comment in this blog, saying that the victims shouldn't be a beggar by begging too much and better go transmigrate to Irian Jaya. GOSH!!! It doesn't make any sense! This is the most cruel, foolish, and insensitive comment I ever read. I'm so angry when I read it. His comment tells me that he even doesn't think when he wrote it. What if the victims read it? It will break their heart. They need support not just useless argument.

Well, these are for him. Maybe these will help him to think:

1st. Transmigration NEED money. Transmigration to Irian Jaya NEED A LOT of money. But who's money? The victims already lost their money and properties. So where in the heck did you get that idea?

2nd. They are asking for their life that they have before the accident. That is their RIGHTS. Can you imagine how it feels like if you own a house, then somebody stole it, but no one can help you to get it back? Even no one cares about it! Can you imagine how it feels like? It feels UNFAIR. So don't blame the victims by telling them to stop fighting for their rights!

3rd. Aburizal Bakrie, who is responsible for the accident, is the #1 most rich man in South East Asia. It is so unfair if he lives like in paradise, while his victims live like in hell. Unfair. So do you still think, it is wrong if the victim kept begging their rights? Don't judge the victim are beggar, because they aren't. They did not beg for money, they beg for their stolen life.

4th. Please use your brain before you wrote something. What you wrote is what people think about you. And I think you are such a smart-ass, I mean, SOK TAU.

For Lapindo victims:
Please ignore such an insensitive people like him.

Thursday, May 22, 2008

are we really awake?

too weak to wake-up.


I felt disappointed by the news on every media in this country.

Too much information about the accident that killed an actor, Sophan Sophian, but less information about our two national heroes, Ali Sadikin and S.K Trimurti, who just passed away 2 days ago. Sophan Sophian is a good man (like what I heard on tv), but compared with what did Ali Sadikin and S.K Trimurti have done, Sophan Sophian is nothing. So why these media keep showing how sorry they are to lose an actor (who once ever be a member in DPR) and forgeting about the real national heroes?

Is this what we call "Kebangkitan Bangsa"? Are we really awake? Or we are too weak for that?

I think from now on, I should call this country Ironic.

Well welcome to Ironic, people. Please enjoy the tiresome.

Tuesday, April 8, 2008

pemblokiran youtube.

Click Here To See Bigger Picture.



Saya menulis ini memakai Bahasa Indonesia, karena takut ada anggota pemerintahan Indonesia yang tidak mengerti Bahasa Inggris. Bukan maksud menghina, tapi bukankah begitu? Youtube aja diblokir my man!

Beberapa menit yang lalu saya mendapatkan informasi bahwa beberapa situs yang memuat video film Fitna, diblokir untuk mencegah gangguan hubungan antar umat beragama dan keharmonisan peradaban pada tingkat global. Pemerintah yang baik memang memiliki keinginan yang mulia. Namun sayangnya mengambil langkah yang salah: memblokir situs Youtube. Youtube adalah situs yang menurut saya sangat bersih. Situs ini tidak sudi dan selalu menghapus segala macam video yang dianggap porno. Situs ini adalah salah satu situs yang dapat memberikan informasi-informasi penting, yang bagi kebanyakan orang kadang terlewatkan. Terakhir saya ketinggalan informasi penting mengenai suatu berita yang akhirnya dapat saya tonton berkat Youtube. Sekarang bagaimana saya mendapatkan itu semua? Tidak tau. Saya ketinggalan berita, ya sudah, bye-bye, saya tidak akan bisa menonton berita itu. Ini dia kesalahan pemerintah, memblokir suatu hal dengan mengorbankan hal lain yang sebenarnya lebih penting.

Pemerintah tidak berfikir ke depan. Dia tidak menghitung-hitung dahulu seberapa besar manfaat yang dapat diambil dan manfaat yang dibuang dari pemblokiran ini. Memang film Fitna ini film kontroversial, namun informasi lebih penting bagi kita. Kalo takut rakyatnya bertindak bodoh dalam menanggapi film ini (misal demonstrasi brutal), beri rakyat pendidikan yang layak dong. Sudah bisa diprediksi kan, bahwa orang yang melakukan demonstrasi brutal bukan dari kalangan terpelajar semisal dosen atau dokter? Mereka tidak melakukan itu karena mereka memiliki kesibukan yang lebih penting daripada sekedar di jalan berdemonstrasi secara brutal itu tadi.

Bagi saya film Fitna karya Geert Wilders itu tidak bermutu. Hanya opini seseorang yang sebenarnya nonesence. Lebih seperti anak TK yang sedang memaki temannya. Namun kenapa pemerintah malah justru meladeninya dan mengorbankan informasi bagi bangsanya? Bukankah ini malah justru akan menciptakan chaos dalam negeri ini? Apakah memang rencana pemerintah Indonesia adalah menciptakan chaos? Itu perasangka buruk saya. Perasangka baiknya, pemerintah gagap IPTEK, sehingga mereka tidak tau seberapa besar manfaat situs-situs yang sudah mereka blokir dengan sadisnya.

Sebenarnya yang kita butuhkan bukan ditutup matanya dari realita dan dunia luar. Yang kita kita butuhkan adalah pendidikan dan informasi yang maksimal untuk menanggapi realita itu secara cerdas dan bijaksana.

Update:
Apabila kalian setuju untuk menghentikan pemblokiran ini, beri dukungan kalian disini, yaitu petisi untuk menghentikan pemblokiran atas situs-situs internet di Indonesia.

Monday, April 7, 2008

fitna.

Geert Wilders.


I'm sure you guys already watch FITNA, a 2008 short film by Dutch parliamentarian Geert Wilders. This 15 minutes movie is about how worried Wilders is if Islam is getting stronger. He describe how Islam is full of sarcasm, full of killing, terorist, etc. He described it like he knows what Islam is, just because he read Al Quran.

I'm sure you guys already watch the news, how Indonesian Muslims are mad to Wilders and do such a brutal thing: burning the Netherland's flag.

If I can write a letter to anybody, I'll write it to Geert Wilders and all Muslims in this whole world.

Dear Geert Wilders,
Al Quran is not that easy to understand. We have to read it from first to last. Not just read one paragraf or two then make a conclusion. It's not that simple. Al Quran is a very sophisicated religion. It is hard but it is beautiful. No body can understand this if they doesn't know anything about Islam. What you have made is a hate. You want to make a war that the world doesn't need it.

And to all muslims,
This is not a big deal. It's just a movie. We all know that our religion is not that bad. So why should we angry about it? Just take it easy and show the world that we're not like the movie. We love peace and we respect other religion. If we go down to the street do demonstration, burn Netherland's flag, use bad words to mock Geert, and go brutal, it will make other religion really think that we are as bad as the movie, even we know we're not.

Tuesday, March 11, 2008

money.

She looks like my grandma.


I hate it when some people think they are wise if they said, "MONEY IS NOTHING. LOVE IS EVERYTHING"

Well doh. That's naive.

Money is not that disgusting to have tho. For me:

hard work = success = earn a lot of respect = earn a lot of money

So why wont we admit that money is everything? In this life, what we need is doing lots of positive things which we can get it with a hard work. To give respect for the positive things we've done is by giving money in return. You wont like it if they give you a kiss for what have you done right? Well if the person who kiss us is a goodlooking one, that's fine. But what if they look like a pig? NO WAY! I wont let my bones working hard just for kissing a pig. This will stop everybody to work hard.

Different with love. Love is irrational. Love is emotion. Love has nothing to do with logic. That's is why love is dangerous. Love looks sweet on surface but it can ruin our life just like that.

So if you ask me, "What is more important, is it money or love?"
My answer is, "100% money"
If you ever love somebody, you know why.